RSS

Wednesday, April 4, 2012

Remaja yang bahagia.

Siang tadi, aku bermain ke perpustakaan kampus. Awalnya, aku sama skali ga ada tujuan apapun ke perpus. Cuma pengen ngisi waktu sambil nunggu si mas ku selesai kuliah. Berjalan dari lorong ke lorong, tak tau buku apa yang ingin aku ambil hanya sekedar untuk dibaca. Sampai akhirnya, aku berhenti di deretan buku-buku mengenai pengembangan diri. Merasa tertarik dengan sederet kumpulan buku-buku, lalu kupilih satu buku yang terlihat seperti buku lama. Sampulnya sudah terlihat usang meskipun tersampul dengan rapih dan lembaran kertasnya pun sudah mulai berwarna kuning danagak lecek seperti sering dibaca. Buku tersebut berjudul "MENJADI REMAJA BAHAGIA" dan pengarangnya adalah Andrew Matthew. agak asing dengan pengarangnya, tetapi aku  tertarik karena judul buku yang sangat memikat :) Celingak-celinguk, aku mencari spot paling nyaman untuk membaca buku agar aku awet untuk berlama-lama menyelesaikan buku tersebut karena halamannya tidak terlalu tebal. Halaman per halaman, aku seperti terbawa, terhentak dan tersadarkan. Secara singkat, buku tersebut menyadaran bahwa untuk bahagia, kita hanya perlu menerima diri kita sendiri apa adanya, memaafkan diri sendiri, beradaptasi dengan lingkungan dan yang terpenting adalah, kita jangan selalu memikirkan apa yang ada dipikiran orang lain tentang kita.
Setelah membaca, aku pun merenungi apakah aku sudah menjadi pribadi remaja yang berbahagia?
Pelajaran dari prinsip-prinsip yang ada pada buku tersebut memang sangat membantu agar kita, kaum ramaja, dapat mencapai titik kebahagiaan sesuai dengan masanya. Penerimaan diri menjadi kunci utama agar kita bahagia. Dengan menerima diri sendiri apa adanya, kita tidak akan menuntut banyak pada diri sendiri. Hal ini membuat kita menjadi ringan dalam berdamai dengan diri sendiri. Selanjutnya adalah, bagaimana kita mengerti  konsep bahwa tidak ada satu manusia pun yang sempurna di dunia ini. Maka, sepatutnya, janganlah kita menuntut orang lain agar terlihat sempurna. Baik itu orang tua, sahabat, teman, kekasih dan orang-orang di sekitar kita. Hal yang terpenting adalah, agar kita tidak terlalu mempedulikan dan memikirkan apa yang ada dipikiran orang lain mengenai kita. Sadarilah bahwa kita tidak selalu diterima oleh orang lain dan kita tidak dapat  mengatur apa yang dipikirkan orang lain terhadap kita. Mereka bisa saja memiliki pandangan negatif dan pemikiran yang kurang tepat terhadap kita, sadarilah bahwa kita tidak dapat menahan dan mencegah peikiran tersebut. Yang dapat kita lakukan adalah, sedikit saja menoleh, tapi lanjutkan kebahagiaan kita. Jangan biarkan pendapat orang lain merusak kebahagiaan yang kita punya :)
Read Comments